Analisis Revolusi Rusia 1905 – 1917

Posted: May 20, 2011 in Uncategorized
Tags: ,

PENDAHULUAN

Pada akhir tahun 1991 dunia tercengang menyaksikan sebuah peristiwa yang seharusnya disertai dengan goncangan raksasa, namun berlangsung hampir tanpa hembusan angin sama sekali, yaitu runtuhnya Uni Soviet. Peristiwa yang hampir tidak diantisipasi itu didahului dua tahun sebelumnya oleh keruntuhan yang tak kurang mendadak kekuasan komunis dalam semua Negara satelit Uni Soviet di Eropa Timur yang disusul bubarnya Pakta Warsawa.
Uni Soviet adalah Negara Sosialis pertama di dunia yang lahir dari revolusi Oktober 1917 yang pernah menjadi Negara adikuasa nomor dua dunia. Uni Soviet adalah pusat komunisme internasional yang pada puncak keemasannya membawahi sepertiga dunia, mulai pesisir barat samudra Pasifik sampai ke sungai Elbe di Jerman, mulai dari lingkaran Kutub Utara sampai ke Himalaya, dan Kaukasus, bahkan berpengaruh pula sampai Laut Merah dan Selatan Afrika, dan menjadi musuh bebuyutan demokrasi barat pimpinan Amerika Serikat selama 40 tahun.

Sesuai pendapat Marx tentang proletariat sebagai kelas selalu berada dalam kontradiksi menyeluruh terhadap pengandaian-pengandaian kenegaraan feodalistik borjuis. Vladimir Ilyich Ulyanov (Lenin) meratakan seluruh tatanan masyarakat Rusia sesudah merebut kekuasaan dalam revolusi Oktober 1917.
Mulailah penindasan terhadap gereja ortodoks, agama Islam dan Budha. Hak atas pemilikan pribadi atas semua bank dan usaha produktif dihapus, dan menutup semua pasar. Kelas bangsawan dimusnahkan dan membagikan tanah mereka kepada para petani yang kemudian dialihkan menjadi koperasi-koperasi negara, untuk melawan perlawanan sengit para petani. Dengan Marxime-Leninisme di bangun suatu masyarakat baru yang dalam tiga tahun saja dengan tangan besi, Lima juta orang meninggal akibat kebijakan perekonomian komunis.

Segala perlawanan ditumpas, ratusan ribu petani yang menolak pengambilalihan hasil panen mereka dibunuh dan puluhan ribu sandera dan tahanan ditembak mati. Eksperimen berdarah ini karena mempercayai ajaran Karl Marx yang dianggap telah berhasil memecahkan teka-teki sejarah.
Namun eksperimen ini telah jauh melampaui batas oleh Lenin. Tanpa pemikirannya dan inisiatifnya mengambil tindakan apapun untuk menyegerakan revolusi, maka Uni Soviet takkan pernah terwujud.  Karl Marx mengklaim telah menemukan hukum-hukum perkembangan masyarakat serta membuka rahasia perekonomian kapitalis, yaitu bahwa karena kontradiksi-kontradiksi internalnya sendiri kapitalisme akan melahirkan proletariat, kelas yang dipanggil oleh sejarah untuk mematahkannya dan menciptakan masyarakat sosialis.

Namun Leninlah yang merancang strategi dan taktik bagaimana proletariat secara nyata dapat melaksanakan tugas historisnya tersebut. Jadi sang pemikir historis adalah Marx, sedangkan pengubah sejarah adalah Lenin. Ajaran-ajaran sosialistis yang dikemukakan oleh Lenin secara garis besar mengatakan bahwa pemusatan modal (kapital) akan menuju pada monopoli-monopoli modal. Monopoli ini akan bekerjasama dengan bank-bank dan menguasai negara serta menegendalikan politik Luar Negeri, dengan tujuan mengatasi krisis pemasaraan dengan membuka pasaran-paaran baru di Luar Negeri. Hal ini akan menyebabkan konflik dengan negara lain dan menimbulkan perang.
Perang dan krisis akan terjadi silih berganti sampai dengan akhirnya muncul pemerintahan diktator proletariat yang membawa perdamaian. Dalam proses itu partai komunis sebagai golongan elit politik berhak berhak menduduki pimpinan dalam pembentukan pemerintahan diktator lewat revolusi.kebebasan Individu menurut Lenin merupakan keuntungan kaum borjuis yang tak dapat dipertahankan lagi.
Karena itu, Lenin dijadikan bapak Uni Soviet dan bapak komunisme internasional serta para ideolog sangatlah cocok menamakan ideologi yang mendasari komunisme sebagai Marxisme-Leninisme. Dalam makalah ini akan dipaparkan sebuah biografi singkat dari seorang Lenin dan beberapa pemikirannya tentang sosialisme serta perannya dalam revolusi Bolshevik.

ISI
Lenin lahir di Simbirsk (sekarang  Ulyanovsk ) Rusia tanggal  10 April 1870 ,nama Lenin dipakai ia setelah mengalami pengucilan di  Siberiatahun 1901. Ia berasal dari keluaga kaya yang berpendidikan tinggi yang antaraanggota keluarganya terjalin hubungan hangat. Vladimir sendiri di sekolah pandai dalam bahasa Latin dan bahasa Yunani dan senantiasa mendapat nilai terbaik dalam pelajarannya.
Ayahnya bernama Ilya Nikolaevich Ulyanov (1831-1886), seorang inspektur bangsawan rendah pegawai negeri Rusia yang berjuang untuk meningkatkan demokrasi dan pendidikan bebas untuk semua orang di Rusia. Ibunya Maria Alexandrovna Blank (1835-1916) seorang anak tuan tanah. Seperti banyak orang Rusia, Lenin berasal dari suku bangsa yang berbeda-beda. Ia punya darah  Kalmyk yang diwarisinya dari orangtua ayahnya. Dan dari ibunya ia mewarisi darah Jerman Wolga.
Selain itu ayah ibunya adalah seorang Yahudi. Vladimir Ulyanov (Lenin) sendiri dibaptis dalam gereja Ortodoks Rusia. Sewaktu ia remaja Ayahnya meninggal dunia karena menanggung fitnah yang dilontarkan pemerintah. Di bulan Mei 1887 kakaknya Alexander Ulyanov dihukum gantung karena tituduh berkomplot dalam merencanakan pembunuhan Tsar Alexander III. Lebih daripada itu, keluarganya kemudian dicap sebagai “pengacau negara” oleh pemerintah.
Alasan itu pulalah yang kerap dipakai oleh pemerintah Tsar untuk menangkap dan memenjarakan Lenin serta keempat saudara kandungnya. Lenin menjadi pengangguran karena tidak ada sekolah atau tempat bekerja yang mau menerimanya. Dalam keadaan inilah ia dipengauhi kuat oleh pemikiran Marx melalui sebuah buku yang berjudul Das Kapital. Ia menjadi komunis di awal tahun 1889.
Lenin berkepribadian pantang mundur dan taat pada sikap hidup sebagai cendikiawan yang bercakrawala luas. Ia membaca kapan saja dan menulis buku serta karangan ilmiah. Ia selalu menyadari bahwa buku yang ia baca atau prasarana pendidikan yang ia kecap hanya terjangkau oleh kaum pemilik modal (kapitalis) yang justru hanya merupakan sebagian kecil dari penduduk.
Kaum proletar tidak mampu berbuat demikian karena waktu mereka sudah habis untuk berupaya memperoleh penghasilan yang tidak seberapa untuk makan sekedar mengisi perut yang kosong. Lenin melihat situasi sosial itu merupakan sesuatu ketidakadilan struktural yang justru merupakan hasil dari sistem sosialis yang berlaku. Hal ini membuat  Vladimir menjadi radikal dan ia ditendang dari Universitas  Kazan karena turut serta demonstrasi mahasiswa.
Dalam perkembangan selanjutnya ia belajar sendiri dan ia pun ternyata di izinkan pemerintah untuk menempuh ujian hukumnya di Universitas  Petersburg. Ia lulus dengan predikat sangat memuaskan di tahun1891. Ia lalu berpraktek setelah mendapatkan izin tahun 1892 sebagai pengacara yang terutama membela hak kaum buruh yang tertindas.
Sementara itu ketika bekerja sebagai seorang pengacara  di  St Petersburg,  ia mulai lebih dalam mengenal karya-karya Karl Marx dan Friedrich Engels. Ia mulai masuk ke dalam berbagai kelompok Marxis dan menulis artikel-artikel tentang masalah-masalah marxis. Ia menentang anggapan kaum Norodniki (“kawan-kawan rakyat”) bahwa di Rusia proletariat industri dapat diganti oleh kaum tani dalam revolusi sosialis.
Karena karya tentang Marxisme dilarang di Rusia dan agitasi politiknya tahun 1896, Lenin pun ditangkap dan dipenjara ke pembuangan Siberia. Pada bulan Juli 1898, masih di Siberia, Lenin menikahi seorang wanita sosialis bernama Nadezhda Krupskaya. Pada tahun 1898 didirikan Partai Buruh Sosialis Demokrat Rusia. Pada tahun 1899, ia menulis buku tentang perkembangan Kapitalisme di Rusia. Pada tahun 1900, ia diperbolehkan pulang dari  Siberia dan melarikan diri ke Eropa Barat bekerja di Jerman, Inggris, menetap di Swiss.
Di Swiss Bersama Plekhanov, Martov dan Vera Sassulic, Lenin menerbitkan majalah Marxis Iskra yang berarti bunga api atau bara yang kemudian diselundupkan ke Rusia. Tahun 1902 terbit tulisan Lenin yang berjudul ”Berbuat Apa?”, isinya menguraikan pahamnya yang baru tentang partai perintis. Perbedaan tentang partai mengakibatkan perpecahan Partai Sosialis Demokrat Rusia dalam kongresnya tahun 1903 di Brussel dan London ke dalam dua kubu. Kaum Bolshevik, mayoritas (Boshinstvo), yang mendukung konsepsi Lenin, dan kaum Menshevik, minoritas (menshinstvo), yang dipimpin oleh Martov dkk, yang menolaknya. Sesudah terjadi pertentangan ini, Lenin mengundurkan diri sebagai anggota redaksi  surat kabar Iskra dan mendirikan  surat kabar sendiri dengan nama Vperyod yang berarti maju. Lenin berpendapat kapitalisme menciptakan situasi yang menggiring kaum pekerja (proletar) kearah sosialisme.
Namun kaum proletar itu tidak langsung dengan sendirinya menjadi penganut kritis sosialisme, karena mereka hanya bagaikan kawanan yang “tergiring” ke arah itu. Mereka harus diberi penyadaran bersama tentang sosialisme untuk mendongkel kapitalisme.  Para pelaku penyadaran bersama itu, menurut Lenin harus tertampung dalam sebuah partai. Anggota partai itu tidak perlu banyak, namun harus homogen dan terdiri atas penganut sosialisme yang berdedikasi tinggi serta revolusioner.
Jadi tidak sembarangan orang bias menjadi anggota partai atau dapat dikatakan anggota adalah kader yang militan. Anggota partai itu berperan sebagai pembangkit semangat, penuntun ke arah perjuangan dan pembimbing kaum proletar. Inilah pemahaman baru yang paling dikenal dalam pandangan berpolitik Lenin. Pandangan politik Lenin itu ternyata ditentang keras justru oleh rekan terdekatnya (Plekhanov,  Martov, Leon Trotsky).
Mereka mengatakan bahwa cita-cita Lenin itu justru merupakan bentuk kediktatoran atas kaum proletar, bukan dari kaum proletar, ditangan satu orang saja, yaitu diktator.  Mempersiapkan revolusi sosialis secara konkret berarti mempersiapkan proletariat supaya dapat menghancurkan kekuasaan Tsar, merebut kekuasaan kedalam tangannya sendiri dan menghancurkan borjuasi. Dalam arti ini pemikiran Lenin dapat kita nilai seratus persen pragmatis. Bukan kecocokan dengan teori Marxisme, melainkan kecocokan dengan tercapainya tujuan, yaitu revolusi sosialis. Maka, Lenin mendukung apa pun cara dapat digunakan oleh proletariat untuk merebut kekuasaan dari tangan borjuasi.
Namun ada yang menarik bahwa Lenin sampai pecahnya revolusi Oktober tidak pernah menulis apa pun tentang susunan masyarakat sosialis stelah revolusi. Tetapi akhirnya dijawabnya dalam dalam sebuah brosur yang berjudul Negara dan Revolusi. Isinya adalah serangan Lenin terhadap pandangan-pandangan yang dianggapnya akan mengancam daya revolusioner kelas buruh. Dua pihak diserang, yaitu pertama kaum Sosialis Demokrat yang berpandangan mengharapkan bahwa sosialisme dapat diwujudkan dengan cara mekanisme demokratis dan yang kedua kaum anarkis yang berpandangan serta menuntut agar sesudah revolusi negara lansung dihapus.
Pandangan pertama waktu itu diterima cukup luas oleh partai Sosialis Demokrat Jerman karena banyak dari kalangan sosialis meyakini demokrasi. Mereka berargumentasi bahwa menurut Marx, kapitalisme karena dinamikanya sendiri akan menyebabkan semakin banyak warga masyarakat tersapu dalam kelas proletariat, sehingga lama-kelamaan proletariat dengan sendirinya akan menjadi mayoritas.
Begitu proletariat menjadi mayoritas, proletariat akan menang dalam pemilu dan dengan demikian dapat mengambil alih kekuasaan negara secara demokratis, sehingga mereka dapat menghapus hak milik atas alat-alat produksi melalui undang-undang. Dengan demikian sosialisme depat diwujudkan melaui jalan yang bersih dan damai. Pandangan ini menjadi dasar perpecahan partai Sosialis Demokrat baik pada awal maupun akhir Perang Dunia I. Lenin menolak jalan demokratis, baginya membatasi perjuangan kelas pada kampanye pemilihan umum berarti mengkhianati sosialisme dan revolusi. Lenin tidak pernah percaya kepada demokrasi yang menjadi cita-cita borjuasi. Anggapan bahwa pemilu benar-benar dapat mengungkapkan kehendak mayoritas bagi Lenin merupakan ilusi khas borjuasi picisan.
Demokrasi hanyalah tipuan belaka yang dipakai borjuasi untuk merusak semangat revolusioner proletariat dan hanya sebuah alat untuk menyelamatkan kapitalisme. Pandangan kedua atau kaum anarkis yang menuntut penghapusan negara sesudah kemenangan revolusi sosialis, menurut Lenin adalah naïf. Negara memang akan layu dan hilang apabila sosialisme sudah seluruhnya mantap, tetapi kapan dan bagaimana hal itu akan terjadi belumlah dapat dipastikan. Negara baru akan benar-benar menghilang apabila sudah tidak dibutuhkan. Padahal sesudah revolusi kekuasaan Negara sangat dibutukan karena tiga alasan.
Pertama, pembangunan sosialisme masih terancam dengan oleh kekuatan-kekuatan kapitalis disekitar yang ingin menghancurkannya. Kedua, sesudah revolusi di samping proletariat masih terdapat berbagai kelas lain yang dapat juga mengancam kemenagan proletariat. Negara ditangan proletariat masih diperlukan untuk memastikan pengaruhnya atas kelas-kelas itu. Alasan ketiga adalah bahwa kemenangan revolusi proletariat belum otomatis bahwa sosialisme akan terwujud.
Dalam tahap, mengubah secara radikal dan baru tatanan hak milik. Hak milik pribadi atas alat-alat produksi diganti dengan “milik sosial”, artinya sarana-sarana produktif menjadi milik negara atau koperasi. Dalam tahap ini masih berlaku prinsip “kepada siapa menurut kecakapannya, kepada siapa menurut prestasinya”.
Menurut Lenin, pada tahap ini perlu pendekatan yang realis. Pembangunan manusia harus sesuai dengan “kodrat manusia seperti apa adanya, kodrat manusia tidak jalan tanpa ketaatan, kontrol dan manejer-manejer. Oleh kerena itu, aparat penindas negara masih diperlukan. Pandangan ini menunjukkan bahwa Lenin memahami negara pada hakikatnya sebagai aparat penindas.
Karl Kautsky berpandangan juga bahwa mempertahankan sosialisme hanya dapat diciptakan lewat revolusi, akan tetapi revolusi sosialis itu dipahami secara politis dalam arti bahwa melalui revolusi proletariat sekedar merebut kekuasaan negara, negara borjuis lalu memakai kekuatan Negara itu untuk mendirikan sosialisme. Jadi aparat negara sendiri dibiarkan berjalan terus yang diganti adalah pemerintahnya. Sama seperti setiap pemerintahan demokratis, pemerintah yang dipegang oleh proletariat akan menciptakan struktur sosialis melalui undang-undang. Lenin menentang, menurutnya yang membebaskan kaum buruh dan membangun sosialisme dengan memakai negara borjuis adalah mustahil. Karena tidaklah cukup hanya menguasai negara borjuis tanpa menghancurkannya.
Menurut Marx revolusi sosialis baru akan dilaksanakan apabila bagian terbesar masyarakat terdiri atas proletariat yang berhadapan dengan segelintir pemilik modal. Proletariat memang untuk sementara waktu harus menjalankan kediktatoran keras untuk menindas usaha dari sisa-sisa kaum kapitalis untuk bangkit sekali lagi. Tetapi begitu usaha itu ditumpas, masyarakat yang seluruhnnya terdiri atas pekerja tidak mempunyai musuh kelas lagi dan karena itu aparat penindas Negara tidak diperlukan lagi. Jadi apakah masuk akal memaksakan sosialisme apabila prasyarat yang dianggap menentukan oleh Marx , yaitu proletarisasi di Rusia sama sekali belum diwujudkan oleh Lenin? Jawabnya tentu tidak karena sosialisme Lenin akan menjadi penindasan baru dan menimbulkan perlawanan baru yang hanya dapat ditindas dengan kediktatoran yang lebih kejam.
Revolusi di Rusia pecah tahun 1905 terjadi secara mendadak dan kaum Sosialis Demokrat tidak siap. Ribuan buruh  St Petersburg berpawai menuju istana Tsar untuk melakukan demonstrasi, mereka dipimpin oleh seorang pendeta ortodoks yang benama Father Gapon. Mereka menuntut dibentuknya pemerinthan yang konstitusional, penegakan hukum dan perbaikan nasib buruh. Namun, Tasar Nikholas II sedang tidak berada di istananya, demonstrasi dihadapi oleh pasukan pengawal Tsar dengan senjata. Dalam bentrokan yang terjadi pasukan pengawal melepaskan tembakan kearah  massa yang berakibat ratusan buruh tewas tertembus peluru. Berita penembakan ini segera menyebar keseluruh negeri yang mengakibatkan pemogokan buruh pekerja dan petani yang marah berdemo serta dibeberapa tempat terjadi pemberontakan tentara dan pelaut. Puncak pemogokan berlangsung pada tanggal 20-30 Oktober 1905 di Moskow, berbagai macam buruh semuanya mogok termasuk kelompok kelas menengah industri dan kaum pedagang. Sampai sekarang pemogokan ini masih mencetak rekor yang belum terkalahkan didalam sejarah Rusia. Kondisi ini memaksa Tsar Nikholas II mengumumkan kebijakan pada tanggal 30 Oktober 1905. Adapun kebijakannya adalah sebagai berikut, yaitu :

  1. Pemerintah Tsar menjamin kebebasan individu dari tindak kekerasan Negara, bebas berbicara dan mengupayakan pembentukan sebuah Dewan Rakyat.
  2. Akan dibentuk parlemen (Duma) dengan hak pilih bagi rakyat dalam pemilu.
  3.  Semua undang-undang yang dikeluarkan pemerintah harus disetujui oleh Duma. Keadaan politik dan ekonomi mulai membaik dan kaum Bolshevik tidak mempunyai ruang gerak maupun tempat berpijak. Sesudah revolusi tahun 1905 Lenin kembali ke Rusia, tetapi tahun 1907 ia diasingkan kembali. Melalui tulisannya ia menyerang dengan sangat polemis segala pendapat di kalangan sosialis yang dianggapnya dapat memperlemah kesadaran revolusioner proletariat. Pada tahun 1908 buku Lenin yang berjudul Materialisme dan Empirokritisme terbit.

Timbulnya Perang Dunia I memecah belah kaum Sosialis Demokrat Eropa dikarenakan nasionalisme di masing-masing negara. Lenin menuntut agar kaum sosialis menentang perang kaum kapitalis dan imperialis, tetapi mayoritas dalam partai-partai sosialis Jerman dan Perancis berpihak kepada pemerintahan negaranya masing-masing. Lenin sangat menentang keras berbagai kecendrungan ke kanan dan berbagai penyimpangan ideologi dalam Sosialis Demokrasi, yang memuncak dengan perpecahan sempurna dalam konferensi partai di Praha tahun 1912.
Dengan pecahnya Perang Dunia I, maka Lenin terpaksa harus tinggal di Swiss lagi.  Perang melawan Jerman (negara sentral) melemahkan pasukan dan kekuasaan Tsar. Puluhan juta rakyat Rusia diwajibkan perang melawan militer, maka dalam satu keluarga ada anggotannya yang terkena wajib militer. Selain itu pada tahun 1914-1918, cuaca buruk terus-menerus melanda Rusia ditambah hancurnya infrastruktur akibat perang makin membuat terpuruk kehidupan masyarakat. Pada tanggal 18 maret 1917, para buruh wanita di  kota St Petersburg berpawai memulai arak-arakan atau womens day, mereka memprotes pula kondisi kaum buruh yang memprihatinkan.
Aksi inijuga diikuti oleh ribuan buruh lak-laki. Kemarahan mereka muncul akibat penderitaan yang dialami akibat perang dan ditambah dengan musim dingin mnembuat para buruh wanita ini berpawai sambil menangis dan menuntut agar pemerintah membagikan roti kepada mereka. Panen gandum yang gagal dan persedian roti yang semakin menipis sehingga hanya orang-orang kaya, serdadu dan pegawai kekaisaran yang mendapat jatah roti. Give us Bried, tetapi perhatian Tsar kurang terhadap ransum dan kesejahteraan tentara di garis depan membuat tentara yang tidak puas marah.
Lenin berhasil masuk  Petrograd pada 16 April 1917 dengan bantuan pemerintah Jerman, yang mengizinkan tokoh-tokoh radikal Rusia lainnya melintas bebas melalui Jerman. Leon Trotsky sedang berada di  New  York, sisanya di  Siberia. Dalam pidato-pidato bulan April yang terkenal, Lenin menguraikan program tuntutan yang dirangkum dalam semboyan-semboyan segala kekuasaan bagi bangsa Soviet, untuk perdamaian, untuk diktator kaum buruh dan petani. Pada bulan Juli Alexander Karensky (Menshevik) mengontrol pemerintahan transisi. Sementara itu Lenin menyerukan kaum proletar untuk menentang pemerintahan sementara.
Pemberontakan yang dicetuskan bulan Juli terlalu awal dan kurang persiapan, akhirnya gagal karena kurang mendapat sambutan. Pada bulan September 1917 muncul sebuah usaha kudeta dari Jenderal Kurnilov yang pada akhirnya gagal. Lenin yang melarikan diri ke Finlandia setelah usaha sesudah usaha oleh kurnilov, Lenin dapat kembali. Keadaan ini makin memperkuat pasukan dan kelompok Bolshevik. Kaum Bolshevik memilih malam tanggal 24-25 Oktober 1917 (kalender Rusia) untuk melakuakan perebutan kekusaan.
Pasukan Bolshevik dipimpin oleh Leon Trotsky yang menjabat sebagai ketua komite Revolusioner  Petrograd mengerahkan kekuatan buruh dan dan tentara merah untuk menguasai dan mengontrol  kota Petrograd, telegraf serta jembatan-jembatan yang menghubungkan jalan-jalan utama. Akhirnya pada tanggal 26 oktober 1917, diumumkanlah berdirinya negara Soviet dan diktator kaum proletar, Lenin mengambil alih pimpinan pemerintahan.
Kaum Bolshevik yang telah berhasil menguasai keadaan mengadakan Second Russian Congress of Soviet, yang memilih Lenin sebagai ketua Dewan Komisariat Rakyat merangkap sebagai anggota Politburo partai. Pada tanggal 30 Agustus 1918, Lenin ditembak oleh Fanya Kaplan, seorang wanita revolusioner, sebanyak tiga kali. Kaplan menganggap Lenin telah mengkhianati Revolusi Rusia. Lenin bisa selamat tetapi kesehatannya mulai menurun dan akhirnya ia meninggal dunia pada tanggal 21 Januari 1924 setelah stroke empat kali.

Mayatnya diawetkan dan dibaringkan di museum Lapangan Merah di Moskow. Ia digantikan oleh Stalin yang berhasil menyingkirkan Trotsky, setelah ia berkuasa Trotsky dan beberapa orang dekat Lenin lainnya ia fitnah dan copot jabatannya lalu di deportasi ke  Siberia maupun ke Luar Negeri.

KESIMPULAN
Lenin terlahir dari keluarga yang ditindas oleh pemerintah Tsar menjalani masa-masa sulit penuh dengan cemoohan masyarakat karena fitnah yang menimpa keluarganya. Dalam masa-masa sulit kehidupannya Lenin menjadi seorang marxis setelah membaca berbagai literature sosialis dan Marxis. Hal ini menjadikan diri Lenin menjadi seorang yang radikal dan sangat menentang pemerintah.

Pada akhirnya ia harus merasakan pembuangan di  Siberia dan pergi ke pengasingan keluar Rusia dan pada Perang Dunia I menetap di Swiss serta ke negara-negara Eropa Barat lainnya. Dalam masa pembuangannya baik di Siberia dan pengasingan di Eropa barat ia habiskan waktunya untuk membaca dan menulis serta bergabung dalam organisasi sosialis dunia.
Ia keluar dari Partai Sosialis Demokrat lalu mendirikan partainya sendiri yang didukung oleh kaum Bolshevik yang kini dikenal dengan sebutan komunisme. Komunisme sendiri adalah ideologi yang berisi perpaduan antara pemikiran Marx dan Lenin, jadi bukan murni dari pemikiran marx. Tujuan revolusi sosialis menurut Lenin adalah menghacurkan negara kaum borjuis tetapi berbeda dengan tuntutan kaum anarkis maupun kaum Sosialis Demokrat, ia mengatakan diktator proletariat merupakan keharusan sampai sosialisme terbentuk. Lenin tidak mematuhi aturan dan urutan Marx bahwa revolusi tahap pertama adalah dilakukan untuk meruntuhkan Feodalisme dilakukan oleh kaum proletar bersama-sama kaum borjuis. Dalam tahap kedua barulah dilakukan oleh kaum proletar, meruntuhkan kaum borjuis kapitalis yang berkuasa.
Paham Negara berat sebelah semata-mata sebagai alat penindas itu kiranya dapat menjelaskan ketidakmapuan komunisme untuk mewujudkan pola kenegaraan, termasuk aparat pemaksa, yang rasional dan berwibawa berdasarkan pengakuan masyarakat dan bukan hanya berdasarkan daya ancaman dengan diktator proletariatnya. Pemikiran Lenin sangatlah bersifat pragmatis demi kelangsungan revolusi sosialis dilakukan mirip dengan menindas siapa saja yang dituduh sebagai kaum reaksioner dengan ataupun tidak dengan bukti-bukti yang jelas.
Memang keberhasilan revolusi Oktober dengan terbentuknya negara sosialis pertama yang komunis dibumi ini tidak terlepas dari peran kuat Lenin. Namun, kaum proletar yang secara idealis oleh Lenin dan Bolsheviknya belum serta menjadi pendukung kuat, ditindas setelahnya dengan lebih kejam sampai mati. Hal ini menandakan adanya unsur-unsur darwinisme sosial turunan dari teori evolusi Charles Darwin, dalam komunisme seperti halnya fasisme dan kapitalisme yang berintikan logika primitif menindas yang terlemah sampai musnah.

Daftar Pustaka
Huijbers, Theo. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah.  Yogyakarta : Kanisius, 1986
Noer, Deliar. Pemikiran Politik di Negeri Barat. Bandung : Mizan Pustaka, 1998
Magnis Suseno, Franz. Dalam Bayang-Bayang Lenin.  Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003
Ensiklopedia  Indonesia edisi khusus  PT. Ikhtiar Baru-Van Hoeve, Jakarta : 1992
Ensiklopedia Nasional  Indonesia , Jilid 9. PT Cipta Adi Pustaka,  Jakarta : 1990
Buku Catatan kuliah Eropa Timur
http:// http://www.wikipedia.org/wiki/  http:// http://www.google.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s