Vladimir Ilyich Lenin

1. Pengantar

Andai kata tidak ada Lenin, barangkali pemikiran Karl Marx sekarang hanya teringat beberapa ahli filsafat dan sejarah ilmu ekonomi. Marx memang memikirkan kondisi-kondisi penghancuran-penghancuran kapitalisme dan revolusi sosialis, tetapi Lenin lah yang memikirkan bagaimana revolusi itu harus dipersiapkan. Lebih dari itu. Sesudah selama 15 tahun digembleng oleh Lenin, kaum Bolshevik melaksanakan revolusi itu. Lenin adalah pendiri Uni Soviet negara sosialis pertama di dunia. Hanya 30 tahun kemudian Uni Soviet sudah menjadi negara adikuasa kedua di dunia dan menjadi pusat sebuah gerakan yang kehadirannya menjadi tantangan di seluruh dunia. Pada puncaknya Komunisme berkuasa dalam 18 negara yang mencakup sepertiga umat manusia.

Waktu komunisme Soviet ambruk, 74 tahun sesudah Revolusi Oktober, sistem  yang didirikan oleh Lenin menjadi simbol kekuasaan totaliter ideologis tanpa tara dalam umat manusia. Para penulis ”Buku Hitam Komunisme” memperkirakan bahwa ada seratus juta orang mati karena penindasan komunisme, dengan tidak menghitung para korban Perang Dunia II dan perang-perang lainya (Courtois 16).]

Dalam bab ini saya ingin mengangkat pikiran-pikiran kunci Lenin yang membuat Leninisme menjadi bagian integral ideologi komunisme internasional.

Read the rest of this entry »

Tak perlu lagi untuk meragukan watak khas  revolusi kita,tentang hal-ikhwalnya, dengan semangat spontanitasnya, yakni transisi yang berlangsung dari revolusi pembebasan nasional menuju revolusi sosialisme. Dan tak perlu pula meragukan peningkatan pesat dari tahap-tahap perkembangannya, yang dipimpin oleh orang-orang yang sama yang ikut serta dalam peristiwa heroik penyerangan garnisun Moncada, berlanjut melalui pendaratan Granma, dan memuncak pada deklarasi watak sosialis dari revolusi Kuba. Para simpatisan baru, kader-kader, dan organisasi-organisasi membentuk sebuah strukfur organisasional yang pada awal gerakan masih lemah, sampai kemudian berubah menjadi luapan rakyat yang akhirnya mencirikan revolusi kita.

Ketika kemudian menjadi nyata bahwa suatu kelas sosial baru secara tegas mengambil alih kepemimpinan di Kuba, kita juga menyaksikan keterbatasan yang besar dalam menggunakan kekuasaan negara karena adanya kondisi-kondisi yang kita temukan di dalam tubuh negara. Tidak ada kader untuk melaksanakan sejumlah besar pekerjaan yang harus diisi dalam aparat negara, dalam organisasi-oganisasi politik, dan seluruh front ekonomi.
Read the rest of this entry »

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari Bab I buku La Guerra de Guerrilas ( Perang Gerilya).

Kemenangan perjuangan bersenjata rakyat Kuba atas kediktatoran Batista bukan hanya merupakan kejayaan kepahlawanan sebagaimana dilaporkan oleh siaran warta berita di seluruh dunia; Kemenangan itu juga mendorong perubahan dalam dogma-dogma lama mengenai perilaku massa rakyat Amerika Latin. Secara nyata ia menunjukkan kapasitas rakyat untuk membebaskan dirinya melalui perjuangan gerilya melawan pemerintahan yang menindasnya.

Kita yakin bahwa revolusi Kuba telah memberikan tiga kontribusi fundamental bagi perilaku gerakan revolusioner di Amerika Latin, yaitu :
1. Kekuatan rakyat dapat memenangkan sebuah peperangan melawan tentara.
2. Adalah tidak perlu menunggu hingga semua syarat kondisi Revolusi ada; pemberontakan dapat menciptakannya.
3. Di Amerika Latin yang terbelakang ini, arena perjuangan bersenjata pada dasarnya haruslah di daerah pedesaan.

Dari ketiga sumbangan itu, dua yang pertama merupakan jawaban tandingan terhadap sikap pasif kaum revolusioner atau kaum revolusioner semu yang menyembunyikan dirinya dan ketidakaktifan mereka dengan berdalih tak ada yang dapat dilakukan untuk menentang tentara profesional; dan beberapa diantara mereka hanya duduk saja sambil menunggu hingga (secara mekanis) seluruh kondisi obyektif dan subyektif muncul, tanpa bekerja untuk mengakselerasikan kondisi tersebut. Ketika masalah-masalah ini sudah menjadi topik pembicaraan di Kuba, sampai kenyataan menjawabnya, mungkin ini masih didiskusikan di Amerika.
Read the rest of this entry »

Surat ini dibacakan oleh Fidel Castro pada tanggal 3 oktober 1965, pada rapat terbuka yang mengumumkan Komite Sentral Partai Komunis Kuba yang baru terbentuk dengan dihadiri oleh istri Guevara dan anak-anaknya, Castro menyatakan:

“Saya hendak bacakan sebuah surat, yang ditulis tangan dan kemudian diketik, dari kawan Ernesto Guevara, yakni penjelasan diri ….Tertulis demikian: ‘havana’ –tanpa tanggal, surat yang musti dibacakan pada kesempatan yang amat baik, namun sesungguhnya dibuat pada tanggal 1 April tahun ini.”

Pembacaan, surat ini merupakan penjelasan terbuka pertama kali sejak guevara tidak pernah nampak lagi di Kuba.

Havana, Tahun Pertanian

Fidel:

Pada saat ini aku teringat banyak hal –ketika aku pertama kali bertemu denganmu di rumah Maria Antonia, ketika kau mengusulkan aku untuk ikut serta, seluruh ketegangan terlibat dalam persiapan itu.(peperangan/gerilya melawan Batista, pent)

Suatu ketika ketegangan-ketegangan itu akan menghampiri kita lagi dan menagih nyawa kita, dan kemungkinan nyata dari fakta itu memukul kita semua. Di kemudian hari tahulah kita bahwa itu benar, bahwa dalam revolusi salah satu pihak akan menang atau mati (bila itu benar revolusi). Banyak kawan yang berjatuhan sepanjang jalan menuju kemenangan.

Saat ini segala sesuatunya tidak lagi terlalu dramatis, karena kita lebih matang. Namun kejadian-kejadian kembali terulang. Aku merasa bahwa aku telah memnuhi kewajibanku yang mengikatkan aku pada revolusi Kuba,secara teritorial, dan kuucapkan selamat berpisah padamu, pada rakyatmu, yang sekarang rakyatku juga.

Read the rest of this entry »

Banyak Jalan Untuk Melawan

Posted: May 29, 2011 in Uncategorized
Salam demokrasi
Kondisi mahasiswa secara kuantitas untuk bersedia turun ke jalan dan menjaga garis perjuangan saat ini memang memprihatinkan. Betapa tidak mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan, intelektual dengan basis keberpihakannya terhadap rakyat dan garda terdepan dalam menyuarakan suara-suara protes ketika ruang-ruang aspirasi buntu mengalami kemunduran degradasi intelektual.
Inilah yang kemudian para segelintir mahasiswa yang masih konsisten dan bersedia untuk turun ke jalan harus melakukan perlawanan dengan berbalut kreatifitas dan gagasan segar dalam setiap gerakannya. Eksistensi adalah mutlak ketika suara-suara sumbang dan keraguan ditujukan akan eksistensi mahasiswa progresif.
Kreatifitas bisa lahir dari mana saja dan kapan saja. Tinggal kita menuangkan dalam sebuah kertas dan menulisnya untuk dimaterialkan setiap momen yang akan dipakai, sehingga kreatifitas tidak bersifat memaksakan dan mendadak. Namu dalam tradisi sebuah gerakan pasti atau suatu pendiskusian terlebih dahulu untuk mematangka sebuah kreatifitas dan gagasan itu. Sehingga resiko-resiko serta kesiapan antara kekurangan-kekurangan bisa diantisipasi.

Read the rest of this entry »

PENDAHULUAN

Pada akhir tahun 1991 dunia tercengang menyaksikan sebuah peristiwa yang seharusnya disertai dengan goncangan raksasa, namun berlangsung hampir tanpa hembusan angin sama sekali, yaitu runtuhnya Uni Soviet. Peristiwa yang hampir tidak diantisipasi itu didahului dua tahun sebelumnya oleh keruntuhan yang tak kurang mendadak kekuasan komunis dalam semua Negara satelit Uni Soviet di Eropa Timur yang disusul bubarnya Pakta Warsawa.
Uni Soviet adalah Negara Sosialis pertama di dunia yang lahir dari revolusi Oktober 1917 yang pernah menjadi Negara adikuasa nomor dua dunia. Uni Soviet adalah pusat komunisme internasional yang pada puncak keemasannya membawahi sepertiga dunia, mulai pesisir barat samudra Pasifik sampai ke sungai Elbe di Jerman, mulai dari lingkaran Kutub Utara sampai ke Himalaya, dan Kaukasus, bahkan berpengaruh pula sampai Laut Merah dan Selatan Afrika, dan menjadi musuh bebuyutan demokrasi barat pimpinan Amerika Serikat selama 40 tahun.

Sesuai pendapat Marx tentang proletariat sebagai kelas selalu berada dalam kontradiksi menyeluruh terhadap pengandaian-pengandaian kenegaraan feodalistik borjuis. Vladimir Ilyich Ulyanov (Lenin) meratakan seluruh tatanan masyarakat Rusia sesudah merebut kekuasaan dalam revolusi Oktober 1917.
Mulailah penindasan terhadap gereja ortodoks, agama Islam dan Budha. Hak atas pemilikan pribadi atas semua bank dan usaha produktif dihapus, dan menutup semua pasar. Kelas bangsawan dimusnahkan dan membagikan tanah mereka kepada para petani yang kemudian dialihkan menjadi koperasi-koperasi negara, untuk melawan perlawanan sengit para petani. Dengan Marxime-Leninisme di bangun suatu masyarakat baru yang dalam tiga tahun saja dengan tangan besi, Lima juta orang meninggal akibat kebijakan perekonomian komunis.
Read the rest of this entry »

Dari Bunga Api sampai Gorbachev Partai Komunis Uni Soviet jauh bermula pada gagasan seorang bangsawan yang menyesali keningratannya, Plekhanov. Memang, yang kemudian diterapkan oleh Lenin pada Bolsyewiknya, yang kemudian berubah jadi PKUS, berbeda dari ide-ide Plekhanov.

JALAN panjang mesti di-tempuh oleh Marxisme se-belum menjadi Partai Ko-munis Uni Soviet. Orang pertama yang mencoba me-nafsirkan Marxisme adalah George Plekhanov, seorang bangsawan yang menyesali derajatnya. Pada 1870 ia bergabung dengan gerakan rakyat. Dialah kemudian yang membentuk organisasi per-tama berpaham Marxis, Pembebasan Buruh. Bapak Marxisme Rusia itu pada 1900 bersama Lenin mendirikan surat kabar bawah tanah bernama Iskra (Bunga Api). Tujuannya untuk menyalakan kesadaran radikal rakyat Rusia. Dua tahun sebelum-nya, Partai Buruh Demokratik Sosial Ru-sia berdiri, antara lain karena ide-ide Plekhanov.

Tiga tahun setelah Plekhanov dan Lenin bekerja sama di Iskra, Partai itu pecah. Lenin dengan Bolsyewik-nya (arti- nya mayoritas, meski waktu itu pengkikut-nya cuma sekitar dua lusin). Plekhanov berpihak pada kubu Mensyewik. Dalam perjalanan sejarah kemudian, Bolsyewik di atas angin, dan Plekhanov kembali harus menjalani pengasingan. Perang Dunia I berakibat sangat runyam bagi Rusia. Perekonomian Rusia kocar-kacir. Harga barang-barang kebutuhan melesat jauh lebih cepat ketimbang kenaikan upah, fasili-tas angkutan umum tak sanggup menam-pung arus penumpang, dan makanan kerap menghilang dari pasar. Demonstrasi pun marak di seluruh negeri. Januari 1917, kaum buruh dan tentara sepakat di Kota Petrogard (dulu St. Peter-sburg) membentuk lembaga perwakilan bersama — istilah Rusianya, soviet.

Read the rest of this entry »