Banyak Jalan Untuk Melawan

Posted: May 29, 2011 in Uncategorized
Salam demokrasi
Kondisi mahasiswa secara kuantitas untuk bersedia turun ke jalan dan menjaga garis perjuangan saat ini memang memprihatinkan. Betapa tidak mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan, intelektual dengan basis keberpihakannya terhadap rakyat dan garda terdepan dalam menyuarakan suara-suara protes ketika ruang-ruang aspirasi buntu mengalami kemunduran degradasi intelektual.
Inilah yang kemudian para segelintir mahasiswa yang masih konsisten dan bersedia untuk turun ke jalan harus melakukan perlawanan dengan berbalut kreatifitas dan gagasan segar dalam setiap gerakannya. Eksistensi adalah mutlak ketika suara-suara sumbang dan keraguan ditujukan akan eksistensi mahasiswa progresif.
Kreatifitas bisa lahir dari mana saja dan kapan saja. Tinggal kita menuangkan dalam sebuah kertas dan menulisnya untuk dimaterialkan setiap momen yang akan dipakai, sehingga kreatifitas tidak bersifat memaksakan dan mendadak. Namu dalam tradisi sebuah gerakan pasti atau suatu pendiskusian terlebih dahulu untuk mematangka sebuah kreatifitas dan gagasan itu. Sehingga resiko-resiko serta kesiapan antara kekurangan-kekurangan bisa diantisipasi.

Banyak tujuan dari sebuah gerakan adalah penyeruan terhadap ketidaktahuan terhadap rakyat, kelupaan (refleksi) terhadap suatu kasus atau peristiwa serta sebagai media aspirasi da tuntutan yang disuarakan. Jelas aktivitas-aktvitas itu bukan dari ruang-ruang birokrasi atau instasi yang hanya ditampung dan dibuang tanpa ada kelanjutannya. Itulah kenapa masa-masa mahasiswa adalah masa-masa perjuangan jalanan karena selalu banyak mengambil jalanan sebagai wahana menyalurkan itu semua, sehingga masyarakat bisa secara langsung tahu yang tentunya didukung oleh media atau pers yang meliputnya.
Teatrikal dan Slogan-Slogan
Teatrikal menjadi senjata yang menarik ketika aksi-aks yang monoton sudah tidak lagi relevan. Teatrikal berarti embutuhkan persiapan yang cukup waktu untuk mempersiapkan barang dan alat-alat apa yang diperlukan. Karena teatrikal yang apa adanya juga pasti akan menghasilkan yang apa adanya. Teatrikal biasanya sangat diminati oleh pers karena dianggap sebagai satire atau simbol dari apa yang disuarakan oleh demonstran. Selai aksi teatrikal, slogan-slogan redaksional seakan menjadi sisi mata uang yang tak dapat dipisah sebagai media untuk menyuarakan dan sindiran dan tuntutan. Sehingga sebuah demonstrasi akan menjadi menarik untuk para awak media dan fotografer maupun masyarakat yang merasa penasaran untuk seedar melihat.
Sebagai sebuah contoh adalah ketika isu militerisme sedang hangat karena represifitas terhadap warga atau mahasiswa terjadi. Maka sebagai solidaritas. Adalah untuk mengingatkan, menyerukan dan melawan setiap tindakan aparat dalam hal ini ambilah contoh TNI-Polisi.
Maka teatrikal sebagai seorang korban dari represifitas dengan diikat tangan dibelakang atau sebagian yang lain diikatkan pada sebuah pagar sambil membentangkan ”TNI DARI RAKYAT, UNTUK RAKYAT DAN OLEH RAKYAT, BUKAN HAJAR RAKYAT, TEMBAK RAKYAT, BUNUH RAKYAT” atau ABRI (Aku Bunuh Rakyat Indonesia). Dalam hal ini masyarakat kembali diingatkan bahwa TNI dan segala peralatan serta senjatanya merupakan hasil dari pajak rakyat lalu kenapa harus digunaka untuk menembaki dan membunuh rakyat.
Setting aksi, seperti yang sudah dijelaskan di atas, terlebih-lebih jika dalam demonstrasi itu direncanakan aka diadakan sebuah teatrikal, karena itu setting aksi sangat menentukan langkah teknis apa saja yang harus ditempuh dalam proses demonstrasi, agar semua bisa tertata dengan rapi lancar dan sukses.
Demikian sekelumit catatan mengenai variasi dalam perlawan tentunya masih banyak lagi varian-varian yang bebeda sesuai dengan konteks isu apa yang akan diusung dalam sebuah demonstrasi. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s